Resume Buku Sembilan Elemen Jurnalisme by Bill Kovach & Tom Rosenstiel
SEMBILAN ELEMEN JURNALISME
Untuk apa Jurnalisme?
Pada intinya jurnalisme ada untuk seluruh rakyat dan negara tempat di mana demokrasi itu muncul, untuk membangun kewarganegaraan (citizenship) dan demokrasi serta untuk memenuhi hak-hak warga negara.
Pers Bebas di Era Elektronik
Pada awal abad ke-21 informasi begitu bebas. Pengertian wartawan era baru tidak lagi memutuskan apa yang seharusnya diketahui publik. Wartawan membantu audiens mengerti secara runtut apa yang seharusnya mereka ketahui. Hal ini secara tidak langsung menanamkan interpretasi atau analisis pada sebuah laporan. Tugas utama wartawan era baru adalah memverifikasi apakah informasinya bisa dipercaya atau tidak lantas meruntutkannya sehingga bisa memahaminya secara efisien.
Tujuan Jurnalisme
Tujuan utama jurnalisme adalah menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat agar mereka bisa hidup merdeka dan mengatur diri sendiri.
Elemen Pertama: Kewajiban Pertama Jurnalisme adalah Kebenaran
Keinginan agar informasi merupakan kebenaran adalah elementer. Berita adalah materi yang digunakan orang untuk mempelajari dan berpikir tentang dunia di luar diri mereka maka kualitas terpenting berita adalah bisa digunakan dan diandalkan. Hal ini sejalan dengan kewajiban para jurnalis yaitu menyampaikan kebenaran sehingga masyarakat bisa memperoleh informasi yang dibutuhkan dan berdaulat. Bentuk kebenaran jurnalistik yang ingin dicapai bukan sekadar Sakurai tetapi merupakan bentuk kebenaran yang praktis dan fungsional. Selain itu, bukan hanya kebenaran mutlak atau filosofis, tetapi suatu proses menyortir (sorting out) yang berkembang antara cerita awal dan interaksi antara sumber berita (news maker) dan jurnalis dalam waktu tertentu. Di mana prinsip pertama jurnalis pada pengajaran kebenaran yaitu dilandasi tanpa keinginan tertentu (disinterested persuit of truth) adalah yang paling membedakannya dari bentuk komunikasi lain.
Elemen Kedua: Loyalitas Pertama Jurnalisme adalah Warga/Masyarakat (Citizen)
Komitmen kepada warga bukanlah egoisme profesional. Kesetiaan pada warga adalah independensi adalah bebas dari semua kewajiban kecuali kesetiaan terhadap kepentingan publik. Jadi, jurnalis yang mengumpulkan berita tidak sama dengan karyawan biasa yang harus mendahulukan kepentingan majikannya tetapi jurnalis memiliki kewajiban sosial yang dapat mengalahkan kepentingan langsung majikannya pada waktu-waktu tertentu dan kewajiban itu justru adalah sumber keberhasilan finansial majikan mereka. Ada lima gagasan kunci yang muncul dari elemen ini antara lain:
a. Pemilik atau perusahaan harus menomorsatukan warga
b. Pekerjaaan manajer bisnis juga menomorsatukan warga
c. Tetapkan dan komunikasikan standar yang jelas
d. Kata akhir berita berada di tangan wartawan
e. Komunikan standar yang jelas kepada publik
Elemen Ketiga: Intisari Jurnalisme adalah Disiplin Verifikasi
Yang membedakan antara jurnalisme dengan hiburan (entertainment), propaganda, fiksi atau seni adalah disiplin verifikasi. Disiplin verifikasi tercermin dalam praktik-praktik seperti mencari saksi-saksi peristiwa, membuka sebanyak mungkin sumber berita dan meminta komentar dari banyak pihak. Disiplin verifikasi berfokus untuk menceritakan apa yang terjadi sebenar-benarnya. Dalam kaitan dengan apa yang disebut sebagai "obyektivitas" dalam jurnalisme maka yang obyektif sebenarnya bukanlah jurnalisnya tetapi metode yang digunakannya dalam meliput berita. Ada lima prinsip intelektual dalam peliputan yaitu:
a. Jangan menambah-nambahkan sesuatu yang tidak ada
b. Jangan mengecoh audiens
c. Bersikaplah transparan sedapat mungkin tentang motif dan metode
d. Lebih mengandalkan pada liputan orisinal yang dilakukan sendiri
e. Bersikap rendah hati dan tidak menganggap diri paling tahu
Elemen Keempat: Praktisi Jurnalisme harus Menjaga Indepensi terhadap Sumber Berita
Jurnalis harus independen dari fraksi-fraksi bukan netralitas. Independensi dari fraksi bukan membantah adanya pengaruh pengalaman atau latar belakang jurnalis seperti ras, agama, ideologi, pendidikan, status sosial-ekonomi atau gender. Namun, pengaruh itu tidak boleh menjadi nomor satu. Peran sebagai jurnalislah yang harus didahulukan.
Kredibilitas jurnalis terletak pada dedikasinya dalam akurasi, verifikasi dan kepentingan publik yang lebih besar dan hasrat untuk memberi informasi. Independensi penting untuk menjaga semacam jarak personal agar jurnalis dapat melihat segala sesuatu dengan jelas dan membuat penilaian independen. Sekarang ada kecenderungan media untuk menerapkan ketentuan jarak yang lebih ketat pada jurnalisnya. Misalnya mereka tidak boleh menjadi pengurus partai politik atau konsultan politik politisi tertentu.
Elemen Kelima: Jurnalisme harus menjadi Pemantau Kekuasaan
Jurnalisme harus bertindak sebagai pemantau independen terhadap kekuasaan, wartawan tak sekedar memantau pemerintahan tetapi semua lembaga kuat di masyarakat. Jurnalis juga mengangkat suara pihak-pihak lemah yang tak mampu bersuara sendiri. Prinsip pemantauan ini sering disalahartikan bahkan oleh kalangan jurnalis sendiri dengan mengartikannya "mengganggu pihak yang menikmati kenyamanan". Prinsip pemantauan juga terancam oleh, praktik penerapan yang berlebihan atau pengawasan yang lebih bertujuan untuk memuaskan hasrat audiens pada sensasi daripada untuk melayani kepentingan umum.
Elemen Keenam: Jurnalisme harus Menyediakan Forum Kritik maupun Dukungan Masyarakat
Jurnalisme harus berfungsi menciptakan forum di mana publik diingatkan pada masalah-masalah yang benar-benar penting sehingga mendorong warga untuk membuat penilaian dan mengambil sikap. Jurnalisme harus menyediakan sebuah forum untuk kritik dan kompromi publik. Demokrasi pada akhirnya dibentuk atas kompromi. Forum dibangun berdasarkan prinsip-prinsip yang sama halnya dalam jurnalisme yaitu kejujuran, fakta dan verifikasi. Forum yang tidak berlandaskan pada fakta akan gagal memberi informasi pada publik. Forum ini harus mencakup seluruh bagian dari komunitas bukan kalangan ekonomi kuat saja atau bagian demografis yang menarik sebagai sasaran iklan.
Elemen Ketujuh: Jurnalisme harus Berupaya Keras untuk Membuat Hal yang Penting Menerik dan Relevan
Jurnalis harus memiliki tujuan yang jelas yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan orang untuk memahami dunia dan membuatnya bermakna, relevan dan memikat. Dalam hal ini, terkadang ada godaan ke arah infotainment dan sensasionalisme. Tugas jurnalis adalah menemukan cara untuk membuat hal-hal yang penting menjadi menarik dan relevan untuk dibaca, didengar atau ditonton. Untuk setiap naskah berita jurnalis harus menemukan campuran yang tepat antara yang kurang serius dan yang kurang serius dalam pemberitaan hari manapun.
Elemen Kedelapan: Jurnalisme harus Menyiarkan Berita Komprehensif dan Proporsional
Jurnalisme itu seperti pembuatan peta modern. Ia menciptakan peta navigasi bagi warga untuk berlayar di dalam masyarakat. Maka jurnalis juga harus menjadikan berita yang dibuatnya proporsional dan komprehensif. Dengan mengumpamakan jurnalisme sebagai pembuatan peta kita melihat bahwa proporsi dan komprehensivitas adalah kunci akurasi. Kita juga terbantu dalam memahami lebih baik ide keanekaragaman dalam berita.
Elemen Kesembilan: Praktisi Jurnalisme harus Diperbolehkan Mengikuti Hati Nurani Mereka
Setiap jurnalis, dari redaksi hingga dewan redaksi harus memiliki rasa etika dan tanggungjawab personal atau sebuah panduan moral. Terlebih lagi mereka memiliki tanggungjawab untuk menyuarakan sekuat-kuatnya nurani mereka dan membiarkan yang lain melakukan hal yang serupa. Agar hal ini bisa terwujud. Keterbukaan redaksi adalah hal yang penting untuk memenuhi semua prinsip jurnalistik.
Komentar
Posting Komentar